![]() |
| INFOGRAFIS Kasus Kekerasan Yang Ditangani Oleh P2TP2A Madani Banda Aceh |
Tampilkan postingan dengan label bandaaceh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bandaaceh. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Agustus 2014
Senin, 21 Juli 2014
Foto Foto Sosialisasi dan Asistensi SPM
| Nelma Yanti SOS (Kanit PPA POLRESTA BANDA ACEH) sedang memberikan materi pada kegiatan sosialisasi dan asistensi SPM di Aula PPKB Banda Aceh 21/7/2014 |
| Peserta yang terdiri dari unsur Puskesmas dan polsek di Banda Aceh sedang mendengarkan penjelasan materi pada kegiatan sosialisasi dan asistensi SPM di Aula PPKB Banda Aceh 21/7/2014 |
| Nelma Yanti SOS (Kanit PPA POLRESTA BANDA ACEH) sedang memberikan materi pada kegiatan sosialisasi dan asistensi SPM di Aula PPKB Banda Aceh 21/7/2014 |
| Nelma Yanti SOS (Kanit PPA POLRESTA BANDA ACEH) sedang memberikan materi pada kegiatan sosialisasi dan asistensi SPM di Aula PPKB Banda Aceh 21/7/2014 |
| Nova (PPKBA Banda Aceh) sedang membuka kegiatan sosialisasi dan asistensi SPM di Aula PPKB Banda Aceh 21/7/2014 |
| Peserta sedang bertanya tentang SPM |
| Kegiatan sosialisasi dan asistensi SPM di Aula PPKB Banda Aceh 21/7/2014 |
| Zora P2TP2A Banda Aceh Menjadi Moderator Acara |
| Ita (PPKB) Sedang memberikan penjelasan form pelaporan SPM |
Minggu, 20 Juli 2014
Selasa, 15 Juli 2014
Marak Ekploitasi Anak Jalanan, PPKB Adakan Rapat Koordinasi Lintas Aktor
BANDA ACEH – Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Banda Aceh, Ir Badrunnisa MSi mengungkapkan di Banda Aceh kini marak terjadi praktik ekploitasi anak, bahkan dilakukan orang tua kandungnya yang memanfaatkan anak-anak mengemis di jalanan.
“Ini perlu menjadi perhatian bersama. Temuan kami, ada seorang ibu yang latar belakangnya seorang PSK dan memiliki dua anak perempuan, setiap hari menyuruh anak-anaknya mengemis di jalan. Kedua anaknya itu menjadi sumber penghasilan bagi orang tuanya,” kata Badrunnisa usai Rakor lintas sektor di Kantor PPKB Banda Aceh, Senin (16/6) sore.
Ia menjelaskan hal itu tentu sangat mengancam masa depan mereka sekaligus keselamatan anak-anak itu selama berada di jalan. Belum lagi sebagian anak-anak khusus diantar dan dijemput menggunakan becak engine oleh seseorang. “Praktik eksploitasi sepertinya sudah terorganisir baik dan semakin hari semakin bertambah pesat di Kota Banda Aceh. Ini perlu ada upaya preventif dari kita semua, bukan hanya dari lembaga yang konsen dan berkompeten di bidang perempuan dan anak semata,” ujar Badrunnisa.
Ia mengatakan rakor lintas sektor yang dilaksanakan kemarin dengan keterlibatan kepolisian, Satpol PP dan WH, dinas kesehatan, dinas sosial, LBH Anak, dari kecamatan serta sejumlah lembaga dan yayasan yang berkedudukan di provinsi Aceh, salah satunya membahas persoalan itu.
“Baru-baru ini kami juga menangani kasus penculikan seorang anak laki-laki umur sekitar tujuh di kawasan Peunayong. Ia diculik seorang anak-anak masih berumur 13 tahun. Lalu, anak yang diculik itu akhirnya disuruh mengemis,” imbuh Badruniisa.
Uang yang diperoleh oleh anak umur 7 tahun itu dari hasil mengemis, selanjutnya diambil seluruhnya oleh anak 13 tahun yang menculiknya itu dan menyerahkan kepada orang tuanya. Anak laki-laki yang diculik itu, kata Badrunnisa merupakan anak seorang ibu tunawicara (bisu). Namun, anak dimaksud belakangan ditemukan di sebuah warung di kawasan Peunayong saat sedang meminta-minta.
“Parahnya lagi orang tua anak yang menculik anak umur 7 tahun itu mendukung apa yang dilakukan oleh anaknya ini. Bayangkan saja bagaimana moralitas orang tua yang mendukung dan melegalkan apa yang dilakukan oleh anak-anaknya,” tandasnya.
Karena itu dalam waktu dekat ini, ujar Badrunnisa, pihaknya bersama lembaga dan lintas sektor tersebut akan melakukan langkah-langkah dan mulai dari pendataan para pengemis dan anak-anak jalanan itu serta tindak lanjut lainnya.
Selasa, 10 Juni 2014
STOP Kekerasan Dalam Hubungan Pacaran
“Pokoknya kamu ngga boleh dekat sama teman laki-laki kamu.. aku ngga suka.. awas kalau sampai aku tahu ya”
”Gitu aja ngga bisa, bodoh banget sih kamu”
”Aku laki-laki, dan kamu perempuan..seharusnya perempuan itu tunduk di bawah laki-laki. Kalau kamu ngga ikut apa yang aku bilang, lebih baik kita putus”
Saat berpacaran, seharusnya kita merasa bahagia. Namun ada hubungan berpacaran yang tidak berjalan dengan mulus sehingga kalimat bernada merendahkan atau mengancam seperti kalimat di atas kerap kali diucapkan oleh pacar kepada kita. Mungkin tidak hanya melalui ucapan, namun pacar juga melakukan tindakan kasar saat kita tidak melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Lebih jauh lagi, pacar memaksa kita melakukan hubungan seksual yang tidak kita inginkan. Jika hubungan pacaran seperti ini tentu saja tidak membuat kita merasa bahagia, melainkan justru membuat kita merasa ketakutan dan tidak berdaya.
Salah seorang remaja yang pernah saya temui mengungkapkan bahwa pacarnya seringkali memeriksa handphone-nya, bahkan mencetak catatan pemakaian teleponnya. Jika pacarnya menemukan ada pesan singkat dari laki-laki, maka pesan itu akan dihapus. Jika pacarnya menemukan nomor asing di hp-nya, maka ia akan menelepon nomor tersebut. Remaja tersebut mengaku sangat kesal namun tidak dapat melawan. Pacarnya menyatakan bahwa hal ini dilakukan karena ia mau berhubungan dengan serius. Ya, memang terkadang kita tidak menyadari perilaku pacar ternyata sudah masuk ke dalam kekerasan karena dianggap bahwa itu adalah bentuk tanda cinta. Selain itu kita juga tidak sadar karena perilaku itu belum mengancam fisik kita atau kita tidak banyak tahu informasi mengenai kekerasan. Walaupun perilaku pacar belum mengancam fisik, tidak ada salahnya kita harus waspada dengan bentuk-bentuk kekerasan yang bisa dilakukan pacar terhadap kita.
Rabu, 21 Mei 2014
Cara Mengatasi Kekerasan Rumah Tangga
Tidak ada wanita manapun yang ingin terlibat dalam hubungan asmara yang menyiksa secara psikis maupun fisik. Namun seringkali keadaan tidak terjadi seperti yang diharapkan. Saat pendekatan, mungkin si pria bertingkah laku sangat baik, perhatian dan ramah. Tapi siapa sangka setelah resmi berpacaran, sifat aslinya yang suka menyiksa atau abuser perlahan-lahan terkuak.
Selama ini, banyak orang hanya fokus pada kekerasan fisik. tapi, sama halnya dengan kekerasan fisik, verbal abuse juga sama berbahayanya. Untuk mencegah hal ini terjadi pada Anda, mari kenali ciri-ciri pelakunya. Jangan sampai pasangan Anda salah satunya!
Jangan sampai Anda menjadi korban kekerasan oleh kekasih sendiri atau pasangan hidup Anda dan terjebak dalam cinta yang menyiksa. Beberapa cara mengatasi kekerasan rumah tangga dan kenali tanda-tanda awal pria yang punya kecenderungan menyiksa.
Jumat, 09 Mei 2014
Infografis Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan
Infografis Kasus Kekerasan Terhadap Perampuan yang ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Madani Kota Banda Aceh.
Tips Menghindari Kejahatan Face Book menurut P2TP2A Madani Kota Banda Aceh
Seperti yang kita ketahui, facebook adalah aplikasi jejaring sosial yang 2 tahun ke belakang ini, mulai marak di akses oleh semua lapisan masyarakat, terutama kalangan remaja. Dan saya juga yakin, sebagian dari anda tahu, bahwa akhir-akhir ini kasus kejahatan yang terjadi melalui facebook mulai merebak. Ambil contoh, kasus pelecehan seksual, perdagangan wanita, penculikan, bahkan sampai pembunuhan. Dalam acara barometer yang disiarkan salah satu tv swasta di Indonesia, menyatakan bahwa kasus penculikan adalah yang paling marak di antara kasus-kasus yang lain. Pertanyaannya, apa yang salah? Facebook kah?
Tidak ada yang salah dengan facebook, sehingga tidak ada pula orang yang berhak mengharamkan facebook. Bagaimanapun juga, selalu ada positif di balik sisi negatif penggunaan facebook. Yang salah adalah kita sebagai pengguna facebook. Lho koq bisa? Sebagai batasan saya hanya akan membahas sekitar remaja, karena kejahatan melalui facebook sangat rentan mengancam remaja.
Inilah Tips Anak Terhindar dari Pelecehan Seksual menurut P2TP2A Madani Kota Banda Aceh
Kasus pelecehan seksual pada anak seringkali terjadi. Bahkan bisa dikatakan jumlahnya makin meningkat. Dampak negatifnya tidak hanya secara fisik tetapi juga psikologis.
Pelecehan seksual pada anak bisa menimbulkan efek trauma selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup. Anda tentu tidak ingin hal tersebut terjadi pada buah hati. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar buah hati terhindar dari pelecehan.Berikut tips dari P2TP2A Madani Kota Banda Aceh
1. Tidak ada rahasia Ajarkan si kecil untuk selalu terbuka dalam menyampaikan perasaannya. Buat dia selalu bercerita perasaannya baik saat senang, sedih, takut dan gembira. Hal ini membuatnya tidak akan merahasiakan hal sekecil apapun dari Anda, termasuk perlakuan yang diterimanya dari orang sekelilingnya. Dengan begitu Anda tahu siapa saja yang ia temui dan dekat dengannya.
Kamis, 08 Mei 2014
Bocah SD di Banda Aceh Dicabuli Sepulang Sekolah
Seorang bocah yang masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar (SD) di Kota Banda Aceh diketahui menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh pemuda berinisial J (30). Korban mengaku dicabuli setelah disekap oleh pelaku sepulang sekolah.
Hal itu terungkap saat korban mendapat pendampingan dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan KB (KPP dan KB) Kota Banda Aceh.
“Saat kita mintai keterangan, si anak mengaku sudah disodomi dua kali. Pelaku juga mengajari dia merokok dan memberi air minuman terlarang," kata Badrunnisa, Kepala KPP dan KB Kota Banda Aceh, Kamis (8/5/2014).
Badrunnisa mengatakan, kasus pelecehan seksual terhadap anak ini terjadi pada Januari 2014. Namun, keluarga baru melaporkan ke KPP dan KB Kota Banda Aceh pada tanggal 28 April 2014.
“Menurut laporan orangtua, bocah itu disodomi saat pulang sekolah pada bulan Januari 2014 lalu, tapi awalnya mereka tidak berani melapor," katanya.
Masih kata Badrunnisa, hasil pemeriksaan oleh KPP dan KB Kota Banda Aceh, awalnya korban sepulang dari sekolah dipanggil pelaku yang bekerja tak jauh dari sekolah anak itu di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Lalu, korban dicabuli. Bahkan, pelaku juga meminta korban melakukan oral seks.
“Beberapa hari setelah disodomi, korban mengeluh sakit di tenggorokan, keluarga sempat membawa korban ke rumah sakit beberapa kali untuk memeriksa tenggorokan korban. Setelah itu, orangtua si anak juga melihat ada perubahan tingkah laku dia," katanya.
Setelah mendapat laporan dari korban, KPP dan KB Kota Banda Aceh langsung mendampingi keluarga korban untuk membuat laporan ke polisi. "Kita juga didampingi ahli psikologi untuk mengembalikan mental dan perilaku bocah itu," katanya.
sumber kompas
Rabu, 07 Mei 2014
PENYEBAB ANAK MUDAH MENJADI PELAKU BULLYING DI SEKOLAH
Masalah Emosional, Problem Pada Perkembangan Jadi Beberapa Faktornya. Dengan maraknya aksi bullying di sekolah-sekolah, para orangtua mulai sibuk untuk mencari cara agar anak-anaknya tidak menjadi korban. Namun, sebenarnya yang juga penting untuk diingat adalah bagaimana mengajarkan anak supaya dia justru tidak jadi sang pelaku, alias tukang bully.
Survei yang dilakukan oleh Rashmi Shetgiri, MD, FAAP, asisten profesor di bidang kesehatan anak, menemukan, hampir satu dari enam orang anak berusia 10-17 tahun menjadi pelaku tindak bullying di tahun 2007. Hasil riset yang dilakukan oleh pakar dari University of Texas Southwestern Medical Center dan Children's Medical Center, Dallas, ini juga mendapati hal lain yang menarik. Tercatat, sebanyak 23 persen anak melakukan tindakan bullying terhadap anak yang lebih muda pada tahun 2003, sementara di tahun 2007 angkanya melonjak hingga 35 persen.
Sabtu, 03 Mei 2014
P2TP2A Madani Banda Aceh : Sebagai Efek Jera Pelaku Pencabulan, Harus Ditangkap
Banda Aceh - Pusat Pelayanan Terpadu Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Madani Kota Banda Aceh bersama 30-an aktivis di Banda Aceh, berunjukrasa ke Mapolresta Banda Aceh, Kamis (24/4) pagi. Mereka menuntut polisi mengusut tuntas kasus pencabulan dua murid SD di Banda Aceh oleh tersangka yang merupakan oknum Polda Aceh, Brigadir Mu, yang kini ditahan di Mapolresta Banda Aceh.
Massa berkumpul pukul 09.00 Wi kemudian melakukan long march dari depan Masjid Raya Baiturrahman menuju Mapolresta Banda Aceh dengan mengusung poster “Stop Kekerasan Terhadap Anak”. Massa ini menamakan menamakan diri Jaring Pemantau Aceh 231. Ketua P2TP2A Madani Kota Banda Aceh Maisarah mengatakan Aksi ini adalah meminta pihak kepolisian untuk menghukum pelaku pencabulan terhadap anak dengan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Jumat, 02 Mei 2014
Polisi Pencabul Bocah Ditangkap
Banda Aceh: Polresta Banda Aceh akhirnya menangkap anggota polisi Polda Aceh yang diduga terlibat pencabulan lima bocah sekolah dasar di Kecamatan Meuraxa Banda Aceh. Saat ini tersangka tengah menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banda Aceh.
Bocah Korban Pencabulan Takut Sekolah
Banda Aceh: Korban pelecehan seksual yang dilakukan oknum polisi MH masih takut ke sekolah. DL salah seorang korban terpaksa diantar ke sekolah dengan didampingi seorang psikolog dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (BP3A) Banda Aceh.
Anggota Polisi Diduga Cabuli 5 Bocah
Seorang anggota polisi diduga mencabuli lima murid Sekolah Dasar di Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Keluarga korban telah melaporkan kasus ini berharap polisi tidak menutupi kasus dan melindungi anggotanya.
Nasib Caleg Perempuan Aceh
DI tengah maraknya perbincangan tentang koalisi partai politik, dalam refleksi Hari Kartini tahun ini, menarik juga menyimak jejak langkah caleg perempuan di Aceh dalam Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu. Adakah keikutsertaan para caleg perempuan dalam bursa pemilihan hanya untuk memenuhi kuota? Padahal sebenarnya peran strategis dalam dunia perpolitikan masih merupakan supremasi kaum laki-laki?
Adakah mereka maju dengan kualifikasi yang dibutuhkan masyarakat yang diwakili, terutama kaum perempuan, atau mereka maju dengan membawa nama keluarga besar? Karena tidak jarang kita melihat, pada foto caleg perempuan ini ditabalkan nama keluarga mereka. Jika saja Raden Ajeng Kartini bisa menyaksikan kiprah para calon wakil rakyat ini, adakah perjuangan kaum perempuan menuju kursi terhormat tersebut merefleksikan terwujudnya apa yang beliau cita-citakan dalam perjuangan beliau puluhan tahun silam? Apa sebenarnya yang ingin diperjuangkan Kartini untuk kaum perempuan di Nusantara?
Langganan:
Postingan (Atom)







.jpg)